Saya selalu takjub dengan orang-orang yang punya kemampuan public speaking bagus. Dulu, setiap upacara bendera di hari senin, saya selalu memperhatikan betul guru-guru yang menjadi pembicara. Ketika anak lain lebih memilih ngobrol atau bercanda, saya lebih memilih diam dan mendengarkan.
Dalam kepala saya : kok bisa ya ngomong di depan banyak orang dan bagus? Bagaimana kalau suatu saat saya juga jadi guru dan harus berbicara di depan umum seperti itu?
Memikirkan itu semua membuat saya merinding.
Saya merasa tidak punya public speaking yang bagus pun bisa melakukannya. Saya termasuk murid yang selalu berdoa agar namanya jangan sampai disebut untuk maju ke depan kelas. Saya cukup kewalahan jika harus ada sesi diskusi atau tugas yang mengharuskan untuk tampil di depan kelas. Banyak hal yang menyebabkan itu semua, salah satunya karena perudungan.
Mengalami perudungan membuat saya menjadi lebih pendiam dan kesulitan menemukan kawan. Ya, tapi saya tak ingin membahas lebih jauh soal itu. Di sini saya ingin sharing bahwa pada akhirnya saya baru mengikuti kelas public speaking menjelang pergantian tahun 2025 ini. Terlambat memang, tapi ya daripada tidak sama sekali?!
Tumbuh dewasa membuat pola pikir saya berubah. Sedikit demi sedikit, perlahan demi perlahan saya mulai berani tampil di depan umum, ya meski masih sedikit kacau. Rupanya untuk tampil di depan, bukan cuma butuh keberanian tapi juga skill dan pengetahuan. Banyak teknik yang harus dipelajari, banyak latihan yang harus dijalani.
Di era ini kemampuan public speaking bagi saya bukan lagi pilihan : sesuatu yang ingin dipelajari atau tidak, tapi sudah kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Banyak hal memaksa saya harus berdamai dengan public speaking. Contohnya saja beberapa waktu lalu saya sempat diajak Kompasiana untuk jadi narsum di sesi coaching clinic video. Meski sesi saya berkonsep on one on tapi tetap saja ada proses pengajaran di sana.
Ya, kita tidak pernah tahu masa depan, tapi kita bisa bersiap-siap sedari sekarang. Itulah mengapa saya sangat berantusias mengemudikan motor menuju TBI Campus Cibubur untuk ikut kelas BloggerHangout dari Bloggercrony Community. Kelas ini diselenggarakan marathon, mulai dari bulan September hingga November 2025.
Ketika saya memutuskan untuk mendaftar dan terpilih sebagai peserta itu artinya saya harus berkomitmen untuk mengikuti semua kelasa selama 3 bulan penuh. Ada 3 skill public speaking set yang harus kami pelajari; Presentatation Skills, Teaching Skills dan Moderator Skills.
Banyak benefit yang bisa saya dapat, selain ilmu public speaking, saya juga mendapat free class dari TBI Campus Cibubur selama 3 bulan plus e-Certificate.
Ini seperti sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Dapat ilmu public speaking iya, dapat ilmu komunikasi bahasa Inggris juga iya. Eh, nambah teman baru juga iya lho. Meski beberapa dari mereka sudah saya kenal tapi ada juga yang hanya tau nama blognya dan baru bertemu pertama kali.
Kelas September #BloggerHangout96: Presentation Skill
Ini pertama kalinya saya datang ke TBI Campus Cibubur. Lokasinya bisa dibilang tidak terlalu sulit dijangkau dan masih dekat dengan tempat tinggal saya di Depok. Saya memilih jalur alternatif Leuwinanggung karena terlihat lebih mudah dilalui. Perjalanan ke titik lokasi memakan waktu kurang lebih 30 menit. Rintik hujan menemani perjalanan saya menuju ke sana.
Bersyukur karena ketika saya datang kelas belum dimulai. Ada beberapa wajah yang saya kenal; Mbak Mei, Mbak Riap Whindu, Mbak Jihan, ada juga kawan baru seperti Pak Saepullah, Mbak Indri, Mas Risman yang baru pertama kali saya jumpai dan tentu saja ada teman-teman dari Bloggercrony seperti Mbak Risalah Husna, Mbak Wawa dan Mas Bowo.
Kelas kami akan dipandu langsung Pak Anwari Natari, seorang trainer yang sudah malang melintang dan berpengalaman di dunia public speaking. Melihat background beliau, saya jadi merasa beruntung bisa terpilih menjadi salah satu peserta BloggerHangout kali ini.
Kelas berlangsung ceria. Sebelumnya, kami sudah harus lebih dulu mempersiapkan dan mengirimkan materi presentasi. Nantinya kami harus praktik secara langsung dan mempresentasikan materi -materi tersebut.
Dari kelas ini saya jadi tahu bahwa ketika melakukan presentasi ada hal-hal kecil yang sering kali luput. Contohnya, pentingnya memberi jeda menjawab ketika kita mengucapkan salam.
Di islam sendiri menjawab salam hukumnya wajib, maka ketika seorang presenter mengucapkan “assalamualaikum wr wb,” lebih etisnya kita beri waktu audiens untuk menjawabnya dan baru meneruskan dengan salam yang lain.
Menariknya hal-hal seperti itu disampaikan oleh Pak Anwari Natari dengan gaya yang kocak dan ringan. Kami pun tertawa ketika beliau berkata, bisa-bisa seluruh audiens masuk neraka hanya gara-gara tidak menjawab salam, hahahaha.
Memang banyak teknik yang kami pelajari tapi hal-hal kecil yang sering luput dari perhatian justru menarik perhatian saya. Contohnya, bagaimana seorang presenter harus menumbuhkan champion-champion di antara audiens yang mana justru akan membantu menghidupkan kelas dan bagaimana kami harus tetap fokus meski terjadi kendala teknis.
Yang menurut saya tak kalah penting adalah perlunya menunjukkan bahwa materi yang akan kita bawakan itu penting untuk audiens. Ya, sering kali audiens itu tidak memperhatikan dengan betul karena mereka tak tahu seberapa penting materi yang akan kita sampaikan untuk mereka.
Bukan berarti kami tak mempelajari teknik seputar presentasi. Kami juga belajar berbagai teknik dasar suara seperti volume, artikulasi hingga intonasi. Kami juga belajar mengenai gerak tubuh, mulai dari gerak tangan, sikap badan hingga ekspresi.
Kami juga mempelajari apa-apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum presentasi dan apa-apa saja yang tidak boleh dilakukan selama presentasi berlangsung. Kami juga belajar pentingnya empati, pentingnya sebuah jeda hingga cara membuat diri sendiri nyaman selama presentasi berlangsung.
Ya sebanyak dan sedetail itu.
Di sesi ini saya kebagian kesempatan untuk menjajal secara langsung presentasi di depan kelas. Tema yang saya bawakan kala itu soal rendahnya minat baca di Indonesia. Rupanya presentasi saya belum berjalan maksimal, masih banyak masukan di sana sini.
Power Point pun masih banyak kekurangan, seperti; terlalu ramai, terlalu banyak kata-kata, sehingga orang jadi lebih sibuk membaca daripada memperhatikan presentasi dari saya.
Pak Anwari bilang, dengan banyaknya kesalahan justru kita akan banyak mengingat. Mungkin itulah mengapa saya masih ingat betul apa-apa saja yang boleh dilakukan dan apa-apa saja yang lebih baik dihindari.
Kelas Oktober #BloggerHangout97: Teaching Skills
Di kelas ini kami diminta menyiapkan materi pengajaran untuk praktik langsung. Merasa percaya diri karena sudah pernah maju sebelumnya, saya pun menyiapkannya dengan asal-asalan. Ah paling juga saya tidak akan terpilih untuk maju ke depan! Batin seorang perempuan yang PDnya melebihi gunung Ungaran :D
Ya, seperti ending sinetron yang bisa diduga, saya justru maju lagi untuk praktik teaching secara langsung. Haduh.
Tak banyak persiapan, tak menguasai materi, apalagi yang bisa diharapkan? Alhasil saya banyak menoleh ke arah layar untuk membaca materi. Pelajaran penting dari kelas ini langsung saya rasakan sendiri, bahwa penguasaan materi itu sangat sangat penting.
Dengan menguasai materi, kita akan lebih percaya diri dan tentu saja meminimalisir nervous. Wait, di kelas ini kami tak menyebut “nervous” tapi “excited”. Rupanya pemilihan kata akan berpengaruh ke cara berpikir dan tindakan kita. Tapi setelah saya pikir, benar juga. Dengan berkata “excited” saya merasa lebih tenang menghadapi situasi. Wow.
Anyway, pernahkah kamu bertemu guru yang pengucapannya tidak jelas seperti bergumam? Jangankan paham materi, mendengar apa yang disampaikan pun kesulitan. Di kelas ini kami belajar pentingnya artikulasi yang jelas. Kami bahkan belajar mempraktekkan secara langsung tongue twister secara berulang-ulang dan bergantian.
Coba deh pembaca juga mencoba mengucap “Kelapa diparut, kepala digaruk,” secara cepat dan berulang-ulang. Jangan sampai kebalik ya, karena bisa berbahaya untuk kepala kita, hahaha.
Kelas November #BloggerHangout98: Moderator Skills
Kalau sebelum-sebelumnya kami diharuskan membuat materi dengan tema bebas, di kelas moderator kami harus membuat materi dengan topik yang sudah ditentukan. Sebenarnya yang menjadi topik itu tidak terlalu penting karena kami akan lebih berfokus dengan bagaimana cara menyampaikan dan membahas topik tersebut dari sisi moderator.
![]() |
| Pak Anwari Natari sedang memaparkan materi moderator |
Ternyata menjadi moderator itu tidak semudah dan sesederhana yang saya pikir. Selain membuka acara dan mengenalkan narasumber, moderator juga bertugas sebagai time keeping atau mengawasi durasi setiap sesi. Acapkali diskusi berlangsung alot atau melebihi batas waktu, tugas moderatorlah untuk menertibkan itu.
Seorang moderator juga harus membuat parafrasa atau ringkasan berupa rangkuman penting materi agar audiens tidak kehilangan benang merah. Ya begitulah, tuntutan seorang moderator memang sebanyak itu.
Moderator juga bertugas mengelola audiens di antaranya; mengatur sesi tanya jawab, memodifikasi pertanyaan yang terlalu panjang, menjaga alur diskusi agar tetap on the topic serta mengelola situasi sulit. Ini terdengar mudah secara teori tapi pada kenyataannya tidak.
Untuk mengelola situasi, dibutuhkan tingkat kepekaan yang tidak sedikit. Skill seperti ini selain harus dipelajari juga harus dilatih. Contohnya jika suasana terlalu larut secara emosional atau agresif maka sudah seharusnya seorang moderator mengembalikan nuansanya seperti semula dan bukannya malah ikut larut dalam emosi.
Kami juga mempelajari bagaimana sikap dan etika seorang moderator. Hal-hal yang harus kami catat dan terapkan di antaranya ; bersikap netral dan tidak memihak, punya empatik terhadap semua pandangan, bahasa yang digunakan jelas dan ringkas serta tidak mendominasi, adakan kontak mata dan bahasa tubuh yang terbuka.
![]() |
| Praktik menjadi moderator |
Ya, dengan berlalunya bulan November itu artinya kelas kami harus berakhir. Paket lengkat public speaking set sudah berhasil diantar dengan selamat dan sampai ke tujuan. Sekarang tinggal bagaimana kami para peserta mengolah paket tersebut dan memaksimalkannya di berbagai kesempatan.
Yang paling menyenangkan dari seluruh sesi pembelajaran adalah cara Pak Anwari dalam memaparkan materi, begitu dekat dan penuh riang tawa. Saya sampai heran, ini saya sedang belajar atau healing dari penatnya rutinitas, sih?!
Ya, secandu itu belajar public speaking, bertemu kawan dalam ruang kelas yang hangat dan cerita, di tempat yang nyaman dan strategis pula! Program kelas ini tidak akan selancar itu tanpa dukungan dari TBI Campus Cibubur. Selain tempat yang strategis karena berada di jalan utama, disediakan juga kelas yang nyaman dengan staff yang ramah-ramah.
Dari TBI saya justru belajar bahwa kelas bukan hanya soal materi dan guru saja tapi juga harus didukung oleh suasana yang nyaman dan menyenangkan. Di tempat seperti itulah para murid bisa menimba ilmu dengan tenang.
Lagi dan lagi, saya bersyukur bisa menjadi bagian dari Bloggercrony Community. Sebuah wadah komunitas yang tak henti-hentinya memberi kami ilmu dan pembelajaran secara gratis. Merci Beaucoup BCC :)






Privilege bangettt join jadi member BCC, terlebih kalo tinggal di sekitar Jakarta. Karena banyaaakkk banget fasilitas, workshop, acara² yg bisa upgrading skills para member.Termasuk workshop public speaking ini yahh.. Baca ulasannya aja, daku auto mupengg, 💃🫶 BCC dan para mitranya emang super ciamiiikk. TBI juga pastinya no kaleng²
ReplyDeleteWaaah, emang public speaking ini kemampuan yang penting banget mbak di era sekarang. Aku ikutan BCC cuma lokasinya jauh banget dari tempat tinggalku di Jawa Timur. Ahh, moga bisa sampai ke Malang ya kegiatan ini. Hehehe.. Lumayan lho selain bisa dapat ilmu public speaking, juga bisa ketemu sama-sama temen blogger mbak. :D
ReplyDeleteItug-itung healing yang bermanfaat. :D
salah satu skill yang harus dikuasai boleh expert atau enggak itu silahkan di kondisikan, dan itu benar adanya guru yg pernah nyaranin itu pas belajar komunikasi. Ilmu public speaking itu bkalan kepake dimanapun kita berada kunci Brave ^_^, duh ku sngat ingin beljar di sini , modulnya lengkap dan pasti manfaatnya banyak
ReplyDeleteWhaaa, kapan-kapan kalau ada acara serupa, ajak-ajak dong mbak Ireeee... Daku pun pengen mengasah lagi nih kemampuan berpublic speakingku yang makin kesini makin tumpul, saking lamanya gak diasah. Heuheu
ReplyDeleteDulu daku masih lumayan sering jadi pemateri, di masa-masa awal ketika ecommerce masih berjaya di Indonesia. Makin kesini, makin sepi dan udah jarang nimbung komunitas ecommerce, akhirnhya malah lebih sering bercerita di blog doang... dan gak pernah bicara depan banyak orang lagi.
Sejatinya setiap orang perlu ilmu publik speaking kan ya? karena kan manusia itu makhluk sosial, jadinya kan butuh komunikasi dengan orang lain, la kalau malu-malu gimana komunikasinya.
ReplyDeleteKapan ya acara serupa digelar di Surabaya atau Sidoarjo? pengen ikutan juga acara seru seperti ini
Imsightfull Kak, banyak hal yang didapatkan dari ikutan kelas selama 3 bulan tersebut ya. Apalagi yang dibahas soal public speaking dan bagaimana cara presentasi.. Wuaah itu modal penting yang perlu dimiliki, terlebih berkutatnya sama konten yang kudu pede di depan kamera
ReplyDeleteAku membayangkan dirimu sepuluh tahun kemudian Re. Dengan kemampuan menulis storytelling yg mumpuni, ditambah dengan public speaking terasah. Sinar itu akan datang padamu.
ReplyDeleteBelum lagi caramu bertanggungjawab dengan tugas, aku sangat yakin, apapun impianmu akan terkabul.
eh maaf aku jadi malah meluas.
Ikut senang ya Re atas candu belajarmu. Teruslah tumbuh.
Masha Allah tabarakallah, BCC kasih benefit luar biasa banget buat para membersihkan nya. Keren sekali lho kak belajar public speaking selama 3 bulan di pandu secara profesional dan ada sesi tampil di depan mempresentasikan materi.
ReplyDeleteNah, iya, dengan maju kedepan lalu banyak perbaikan sana sini justru semakin mengasah. Beneran paket komplit ini sih ilmunya. Aplikatif pula, Alhamdulillah ya bisa ada waktu luang buat menuntut ilmu yang bermanfaat buat banyak hal. Semoga saja kedepannya kakak bisa sering jadi narasumber di event. Semangat terus ya kak, aku jadi pengen belajar bahasa Inggris di TBI deh.
Acaranya seru mbak. Jaman sekarang publik speaking memang sangat diperlukan supaya kita nggak cuma pintar saat menuliskan ide-ide kita, tapi juga piawai dalam penyampaian secara lisan. Penulis seringkali harus "menjual" hasil karyanya secara langsung, dan di sinilah slaah satu ilmu public speaking diperlukan. Paket lengkap benget sih penulis yang juga jago publik speaking.
ReplyDeleteBloggercrony ini keren sekali ya Mbak. Selalu mengadakan kelas keren.selain kelas publik speaking, kelas bahasa Inggris, dan sebelumnya ada kelas Canva. Dan saya pun sangat kagum dengan orang yang punya publik speaking yang bagus. Bagaimana mereka tenang bertutur di depan umum. Dan memang semua itu perlu dipelajari ya Mbak. Dan dari kelas ini, Mbak Ire sudah mendapatkan modal yang bagus seputar publik speaking. Jadi tinggal mengembangkan saja.
ReplyDeleteAaah kapan nih Bloggercrony kerjasama dengan TBI di Surabaya
ReplyDeleteMau banget dong belajar seperti ini
Public Speaking ini sangat berguna meski jadi moderator sebuah webinar
Makanya penting untuk tahu dan praktik
Salut dengan kerjasama Blogercrony X TBI ini. Ilmunya bener-bener daging banget karena ilmu public speaking ini pastinya akan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, terlebih jika relate dengan pekerjaan seperti saya yang seorang pengajar. Mudah-mudahan kalau ada acara serupa berikutnya bisa ikut bergabung juga dengan kelasnya
ReplyDeleteSetuju sama Pak Anwari, kita akan ingat sama kesalahan yang kita perbuat lalu di masa mendatang akan belajar supaya jadi lebih baik lagi ya mbak.
ReplyDeleteSeru sih belajar public speaking gini, soalnya emang mau nggak mau zaman sekarang kudu dipelajari supaya kita bisa menyampaikan gagasan kita dengan baik.
Ini kalau deket mah kemarin ikutan, sayangnya jauh huhu.
Peserta langsung praktik langsung yaa ini, ada presentasi, ada praktik teaching. Waah moga kapan2 ada lagi dan bertempat di tengah kota jakarta nih haha
Banyak banget insight menarik dr Pak Anwar Natari soal public speaking ini. Aku kira masalah jeda saat public speaking tuh masalah sepele. Ternyata jeda ini ada fungsinya jg yak. Selain kita ajak audience utk interaksi, jeda jg bs ngasih wkt ke audience utk mencerna.
ReplyDeleteBlm lagi masalah intonasi dan artikulasi. Dua masalah ini kalo dibahas satu semester, ga abis itu. Haha. Kesannya kyk sepele tapi itu penting bgt biar audience mendengar jelas apa yg kita ucapkan. Sehingga ya pesan bs nyampe.
Seruuu yaaa Bloggercrony niih sering ngadain event acara dan kegiatan. Ini materi ttg public speaking lagi penting banget buat blogger sih, kalau pas ngonten promoin tulisan by video jadi auto lancar nanti bicaranya. Senang ya kaak bisa ikutan eventnya.
ReplyDeleteAku jadi ngapalin "kelapa diparut kepala digaruk" berkali kali eh kebalik donk wkwkwk seru banget ya pelatihan public speakingnya semoga semakin pede buat presentasinya ya mbak
ReplyDeleteAh senengnya bisa belajar Public Speaking bersama Blogger Crony dan TBI ya
ReplyDeleteKemampuan public speaking ini juga penting buat blogger ya mbak
seru nih mbak, aku juga mau nih kalau tinggal di Jakarta buat ikutan kelas seperti ini.
ReplyDeletememang kadang kita meskipun udah berpikir pasti bisa ngomong di depan umum, ehhh pas udah di depan, malah kadang blank dan apa yang udah kita pelajari sebelumnya kayak ambyar gitu
sukses dan sehat selalu untuk kakak :D
ReplyDelete