![]() |
Hidup itu lucu, saya dan suami berpuluh tahun hidup berdua, tapi malah kucing-kucing kami yang beranak duluan!
Saat itu cuaca di rumah sedang tidak bersahabat. Entah mengapa panasnya menelusup rata ke seluruh ruangan. Saya memilih menjadi pengecut, bersembunyi di balik selimut dengan suhu ruangan di bawah 25 derajat.
Ya, sebenarnya suhu toleransi saya 28 derajat tapi berhubung AC kami belum dibersihkan selama berbulan-bulan, 20 derajat pun tak berasa apa-apa.
Di tengah proses ngadem itulah saya mendengar suara bayi kucing. Tadinya saya pikir asalnya dari emperan rumah. Memang banyak orang iseng, mentang-mentang saya suka kucing, mereka suka menggiring anak kucing ke rumah kami.
Saya melongok lewat jendela kamar. Nihil. Tak ada satu ekor kucing pun di sana. Ah, mungkin ada di tempat lain atau saya yang salah dengar. Tak disangka suara itu semakin menjadi-jadi dan terdengar dekat dari titik saya meringkuk.
Sontak saya membuka kamar dan kaget. Ada sesuatu seukuran sekepalan tangan berwarna hitam tergeletak di sana. Di sekitarnya ada darah merah berceceran. Di bawah kolong meja, Cicin berdiri, terdiam. Di sampingnya sesuatu tergeletak, ia bergerak-gerak dan mengeluarkan suara.
Tadinya saya pikir itu tikus mati. Cicin dan Luffy bekerjasama membantai mereka hingga darahnya berceceran. Sayangnya bukan, mereka mengeluarkan suara, lebih tepatnya mengeong. Saya baru ngeh dan sadar kalau Cicin melahirkan.
Sumpah kaget! Pasalnya selama ini saya tidak tahu Cicin hamil! Sejak kapan? dengan siapa? Saking panik dan bingung saya berlari ke luar rumah, setengah berteriak. Saya menuju ke tempat ibu-ibu biasa berkumpul. Semua orang panik melihat saya berteriak-teriak.
“Ada apa?!” kata orang-orang.
Seketika saya ucap bahwa kucing saya Cicin melahirkan, mereka sontak ketawa. Saya tetap panik meski rasa penasaran orang-orang mulai berubah menjadi semacam ejekan.
“Waduh, bikin selametan dong!”
“Waa nengok bawa kado dong kita!” kata mereka sembari ketawa.
Ah sudahlah, lupakan soal perkataan tetangga. Ini darurat!
Saya menyeret salah satu tetangga yang biasa saya pasrahi kucing untuk ikut ke rumah. Ia membantu membersihkan si anak kucing sementara saya mengelap bekas darah. Ia menaruh kain atau alas di kandang dan menaruh anak beserta ibu yang habis melahirkan di sana.
Saya masih dalam kondisi syok. Ini pertama kalinya saya punya bayi kucing. Biasanya saya adopsi dalam usia 3 bulan atau bisa dibilang tidak bayi-bayi amat. Lucunya, si Cicin diam saja saat bayi-bayi itu keluar dari anusnya. Tidak berteriak, tidak mengeong layaknya kucing-kucing betina lain. Tangguh sekali dia.
Duh, saya jadi ingat beberapa hari sebelumnya melempar dia ke kasur. Rupanya saat itu ada bayi dalam perutnya. Saya pikir dia memang sedikit menggendut karena kebanyakan makan, tapi ternyata hamil.
Saya menghubungi semua orang, memberi kabar ke suami, menelpon ke kampung halaman dan menanyakan ke Bapak soal kehamilan Cicin. Mungkinkah Bapak/Ibu mengeluarkan mereka dan Cicin diperkosa di jalanan? Mungkinkah pintu mereka terbuka dan kucing-kucing liar masuk ke dalam?
Setelah rentetan pertanyaan, saya akhirnya yakin kalau itu anaknya Luffy (kucing jantan saya).
Sejak kedua bayi kucing hadir, fokus hidup saya berubah. Terkadang bangun tidur pun masih tak percaya.
![]() |
| Zoro (kanan) dan Nodame (kiri) |
Kami mulai berpikir soal nama. “Cerry & Berry”, “Cimol dan Cireng”, “Apel & Melon” dan sejenisnya. Kami juga kepikiran untuk menamainya seperti Bapaknya, “Luffy” dari karakter One Piece. Kami belum melihat jenis kelamin mereka, tapi sepertinya cow dan cew. Yasudah, kami pede saja, kami anggap mereka cowok dan cewek.
Ada beberapa nama dari karakter One Piece yang saya ajukan seperti contohnya, Nico Robin dan Roronoa Zoro. Saya juga mengajukan nama Nodame, dari karakter komik kesukaan saya: “Nodame Cantabile”. Belakangan saya melempar opsi ke netizen melalui IG story dan mereka memilih nama, “Nodame.” Jadilah kedua bayi itu bernama Zoro dan Nodame.
Sayang selang seminggu setelahnya, Nodame mati. Entah karena apa. Mungkin ia tidak minum susu ibunya dengan baik. Mungkin juga ia kepanasan atau kedinginan. Saya berusaha sekuat tenaga menyelamatkannya tapi gagal.
![]() |
| Momen terakhir Nodame bersama Zoro |
Saya meminta bantuan tetangga yang dulu membantu lahiran untuk menguburnya. Kami membeli tanaman yang ukurannya cukup besar. Nodame kami tanam di pot tersebut dan menaruhnya di belakang rumah. Saya berharap Nodame tetap hidup bersama bunga itu (yang entah apa namanya).
![]() |
| Pemakaman Nodame |
Setelahnya Zoro tumbuh tanpa kawan -hanya dengan ibu Cicin dan Bapak Luffy yang hingga kini masih belum menerimanya sebagai anak. Luffy memang aneh, bentuk dan warna bulu Zoro sudah plek ketiplek denganya tapi masih saja tak diterimanya sebagai anak.
Mungkin saja Luffy terkena Baby Blues atau memang ia termasuk kategori Bapak yang gengsian. Ia tak mau kasih sayangnya bocor atau ketahuan orang lain. Kasian juga Zoro, setiap kali mendekat ke Bapaknya, malah dicuekin atau ditinggal pergi.
1 Bulan Zoro Menghirup Udara Bumi
Usia Zoro sudah lebih dari 40 hari. Badanya sudah lebih gembul dan panjang. Dulu ia hanya seukuran telapak tangan, kini sudah satu setengahnya. Mata Zoro masih tertutup belek ketika berusia 3 minggu. Saat itu, bentuk mukanya belum terlalu kelihatan. Kini Matanya sudah terbuka secara penuh, keduanya hitam dan bulat.
Zoro tak punya cemong berbentuk love di bagian hidung dan mulut seperti Bapaknya. Mukanya bersih meski masih kotor karena kotoran asli. Duh, gimana ya ceritanya, ya begini penampakannya.
![]() |
| Zoro berusia 26 hari |
Zoro terlihat lincah, ia mulai berjalan ke sana ke mari, seolah sedang mengenali tempat baru. Memang beberapa minggu setelah lahir ia hanya tidur dan bermain dengan radius tak lebih dari 20 centimeter. Setelah 30 hari Zoro mulai lebih berani. Ia berpindah tempat, mendekati ban sepeda, kaki kursi dan sesekali melongok ke dalam kamar.
Semakin hari gerakannya semakin gesit. Ia mulai melompat, berguling dan memainkan bola kucing. Ia juga suka bergelayut di rok ibu ketika sedang memasak. Ia mulai menyukai segala hal yang bergerak-gerak. Tangan saya pun ikut tak ketinggalan dikelamutinya.
Zoro terlihat imut ketika tidur. Ia merentangkan tubuhnya, pertanda sudah merasa nyaman dan aman di rumah kami. Sayangnya ia belum bisa makan. Tenaganya hanya disupply dari susu ibunya dan sesekali susu bubuk buatan saya.
![]() |
| Zoro tengah bersanti |
Kini wilayah bermainnya semakin luas, ke dapur, ke belakang rumah, bahkan terkadang menyusup di sela-sela tembok dan mesin cuci.
Karena tubuhnya yang kecil, ia sering mendadak tak terlihat. Setelah dicari, ternyata bersembunyi di suatu tempat tertentu. Di belakang kulkas, di kolong kursi, di antara benda-benda yang ukurannya lebih besar dari tubuhnya.
Zoro selalu lincah, seolah tak ada kesedihan apapun yang ia bawa. Apa yang kurang? Ia punya rumah, punya seekor Ibu, dan seekor Bapak yang (sayangnya) belum menerimanya. Terkadang saya kasihan melihatnya girang sendirian. Andaikan Nodame belum mati, mereka pasti akan kejar-kejaran atau berguling-guling bersama.
Ibu Cicin yang Protektif dan Bapak Luffy yang Cuek
Sejak melahirkan dan punya bayi, Ibu Cicin tak pernah lagi menginjakkan kaki ke kamar atau tidur di kamar. Bapak Luffy masih sering bolak balik ke kamar sementara ibu Cicin memilih menjaga anaknya.
Cicin kucing cukup protektif, terlebih di awal-awal pasca lahiran. Ia tak pernah jauh dari anaknya dan selalu datang setiap kali anaknya mulai mengeong.
Pernah juga ia sedang asik makan lalu Zoro mengeong, sontak ia berlari meninggalkan makanannya. Ia juga panik setiap kali saya atau ada orang mendekati Zoro. Ia bahkan memaksa untuk mencicipi dulu susu buatan saya sebelum diberikan ke Zoro.
![]() |
| Ibu Cicin dan Zoro |
Saya terharu melihatnya. Selama ini saya melihat Cicin sebagai sosok yang cuek dan hanya peduli soal dirinya sendiri. Semenjak punya anak sikapnya ternyata bisa berubah. Mungkin itu yang dinamakan naluri keibuan.
Belakangan proteksi Ibu Cicin semakin mengendur. Itu karena Zoro terlihat tumbuh dengan baik. Mungkin Ibu Cicin merasa Zoro sudah cukup aman berkeliling ke setiap sudut rumah sendirian.
Ibu Cicin sering juga menanggapi Zoro bermain, ia akan menggigit-gitit atau menjilat-jilati Zoro. Zoro akan memukul-mukul ibunya atau memainkan ekornya sementara itu Bapaknya hanya menyaksikan itu semua dari jauh.
![]() |
| Momen yang hanya sepersekian detik |
Bapak Luffy sudah bisa berdekatan dengan Zoro meski masih cuek. Sepertinya ia belum bisa menerima kenyataan kalau dia punya anak. Pernah saya coba menaruh tubuh Zoro ke punggungnya. Bapak Luffy hanya diam dan ketika saya jauhkan, ia langsung melengos menjauh.
Entah apa yang ada di otak kucing-kucing. Mungkin saja Bapak Luffy melihat Zoro sebagai ancaman baru yang belum dikonfirmasi. Ya semoga keluarga kecil ini semakin dekat hubungannya. Saya sudah tak sabar mengabadikan mereka ketika sedang berkumpul bersama.
Hidup itu lucu ya! Saya belum menjadi orang tua dan tak tahu rasanya, tapi melihat kucing-kucing saya belajar jadi orang tua, saya kok merasa bahagia.
![]() |
| Zoro terjepit di antara bersama Bapak Luffy & Ibu Cicin |









Ya ampyuun bapak Luffy koq cuek gituu, padahal udah jelas itu anaknya. Nah ternyata kucing usia 40 hari udah segede itu ya. Senang rasanya melihat perkembangan kitten dari baby sampai gede...Semoga semua kucingnya Kak Ire sehat selalu.
ReplyDeleteMbak Iree,,,kucingnya lucuu,,,semoga sehat-sehat selalu yaa. Jadi sekarang da tiga kucing ya anaknya, ibunya dan bapaknya. memang memelihara kucing itu menyenangkan mbak, sya juga di rumah ada kucing 2. Dan momen paling menyedihkan itu saat ada yang sakit bahkan sampai ada yang mati...sediiih banget rasanya.
ReplyDeletemungkin bapak Luffy ciri khas bapak-bapak pada umumnya. gengsi untuk menunjukkan kasih sayangnya.
ReplyDeleteIbu Cicin cuma kebagian numpang tempat tumbuh Zoro dalam perut. Pas lahir plek-ketiplek bapak Luffy.
Biar meskipun nggak diakui, tetap nampak kalau Zoro itu anaknya Bapak Luffy a kayaknya tuh, Kak. Hhehehe
Saya bacanya senyum-senyum sendiri pas bagian nanya Cicin hamil sejak kapan? dengan siapa? hehehe.
ReplyDeleteSaya juga adopsi kucing di rumah. Emang ada-ada saja kelakuan mereka yang membuat kita jelas bahagia dengan tingkah polahnya, apalagi pas tahu mereka beranak pinak :)
Eh tapi agak kesel sama Luffy, doi tipe cinta dalam diam sepertinya.. hehe
Wah, selamat ya mbaaak. Kapan mau ngadain baby cat shower nih? *etdah dikeplak.
ReplyDeleteNganu, di rumah saya pun sebenarnya ada dua kucing. Ada Kuber (jantan) dan Cala (betina), sayangnya sejak awal datang ke rumah, kami sudah menganggap mereka sebagai adik kaka. Jadi saya menolak betul untuk keduanya bisa kewong. Sehingga dua-duanya sudah kami sterilkan di dokter terdekat.
Seneng sih memang kalau anggota keluarga di rumah bisa bertambah. Tapi kalo konteksnya anabul, duh.. aku nggak dulu ya. Biayanya lumayan juga hahahaha.
Apalagi anakku si Putri ini agak reseh juga. Kaga ada takut-takutnya sama kucing. Malah, kadang kalo lagi meleng.. suka diunyeng-unyeng. kesian
Jadi inget kisah Dulce Maria, yah si Ciripa (guguk) punya anak, jadilah papanya Dulce menjadi kakek hehe.
ReplyDeleteSemangat Kak, nikmati yang ada dengan bahagia, apalagi seru keluarganya makin bertambah dengan anak-anak kucing yang menggemaskan.
Yang penting merekanya bisa diajak buat pipis dan BAB ga sembarangan. Sama satu lagi, jangan sampe lupa sama nama masing-masing si anabul bocil hihi
Ikut ngakak saya baca bagian awal bagaimana respon tetangga terhadap Mbak Ire yang melaporkan kucingnya melahirkan
ReplyDeletePasti ih heboh ya...
Udah diajarkan bab dan psikis di tempat tertentu itu Zoro?
Usia 3-4 buka Udah bisa diajarkan katanya...
Tobi kucing kami juga berhasil
Saya bawa ke kamar mandi, saya jongkok kan. Terus pura2 garuk atau cakar lantai (kebetulan keramiknya motif batu kerikil) mungkin dikirain beneran tanah dan kerikil. Sekali itu selanjutnya dia disiplin bab dan pipis sendiri ke kamar mandi deh
Gemes banget Mba Ire kucing-kucingnya dikasih nama-nama karakter One Piece. Nanti Zoro gedenya ganteng seperti di live action nih >.<
ReplyDeleteSeru mba ngerawat kucing tuh. Selalu ada ceritanya, karena polahnya selalu bikin gemes
Mbakkk irero... Kok aku pengen ketawa bacanya. Nama² yang diajuin kok ya ada aja ya.. Apel melon sampe Nodame. Aku kan jadi bayangin dorama Nodame Contabile. Wkwkw...
ReplyDeleteMemang hidup itu lucu, kadang kita belum pernah merasakan tapi jadi terhibur lihat perilaku sesuatu di luar diri kita. Setidaknya itu jadi cara mudah menikmati hidup di tengah badai di negeri tercinta.. #tsahh... 😅
Lhoooo kok aku jadi bikin senyum-senyum sendiri yessss. Naluri keibuan Cicin memang luar biasa ya, dari yang cuek langsung berubah jadi protektif banget. Bikin terharu pas bagian dia rela ninggalin makanan demi Zoro.
ReplyDeleteMeskipun Luffy masih gengsi dan kena baby blues khas bapak-bapak, semoga pelan-pelan dia bisa luluh sama keimutan Zoro yang makin gembul itu. Sedih juga dengar kabar tentang Nodame, tapi setidaknya Zoro tumbuh dengan sangat lincah dan bahagia di sana. Sehat selalu untuk kakak sekeluarga dan anabul-anabul kesayangan!
Antara sedih dan bahagia ya kak punya kucing itu. Aku doakan segera dapat momongan juga. Biasanya pasangan yg memilih utk mengadopsi/merawat kucing tuh suka dikasih rezeki belakangan urusan momongan. Smg dgn lahirnya zorro and friends ini bs segera terjawab soal momongannya.
ReplyDeleteSalut buat perjuangannya ngasih tahu ke tetangga soal kelahiran ini, emg seru sih kalo ada kucing lahiran tuh. Ngelihatnya lucu. Tp sebel kalo anaknya banyak tapi ibunya ga mau nyusuin. Akibatnya ya tumbang kyk Nodame itu. Dan salut bgt ama kak Ire yg ngubur Nodame di pot utk bunga. Aku kmrn jg ngubur ayam di pot bunga. Hehe.
Yg paling sebel kalo ibunya punya anak bnyk tp ga mampu ngasih susu. Akhirnya sempat akhu lihat dgn kepala sendiri. Ibunya makan anaknya. Lgsg ku buang deh kucing itu sama anak2nya ke pasar.
Skrg lbh suka pelihara kucing cowok aja biar ga repot ngurusin bayi2 kucing. Wkwk. Trauma soal ibu makan anaknya.