Apakah saya masih layak ya jadi content creator atau membuat konten dengan menampilkan full muka?
Hal-hal semacam ini sepertinya lumrah dialami oleh mereka yang mau menginjak usia 40 tahun. Jangankan menuju 40, baru masuk usia 30 saja sudah merasa tua sekali.
Saya jadi sadar, bagi perempuan, menua itu bukan hanya perkara tubuh yang mulai lemah dan pikiran yang mulai pikun tapi yang jauh lebih menakutkan, wajah mulai mengendur dan kecantikan yang semakin pudar.
Ada semacam ketakutan akan diabaikan dan mulai ditinggalkan oleh banyak hal; teman, pasangan hingga pekerjaan, sama seperti yang saya ceritakan tadi.
Semua itu membuat saya sadar bahwa selama ini tidak merawat wajah sebagaimana mestinya. Percaya atau tidak, saya baru mengenal skincare di 2 tahun belakangan, artinya selama berpuluh-puluh tahun saya membiarkan wajah alakadarnya tanpa perawatan.
Tapi apa gunanya menyesal? Nasi sudah menjadi bubur, jadi kita buat saja menjadi bubur yang enak dan kaya akan topping, bener nggak?
Lucky me, I have a friend, dia seorang beauty blogger. Sebut saja namanya Efa Butar-Butar. Dia menawarkan saya untuk ikut treatment di ZAP. Mungkin Efa merasa wajah saya mulai mengkerut atau kusam sepulang melakukan perjalanan dari berbagai daerah.
Apapun tujuannya, tapi saya memilih untuk mengiyakan ajakannya. Kami pun sepakat untuk mencoba facial di ZAP WTC Jakarta.
Hi ZAP! Let’s be Friends!
Sebelum kita saling mengulurkan tangan untuk mengenal satu sama lain, saya ingin lebih dulu mengucapkan selamat untuk ZAP World Trade Center (WTC) Jakarta yang baru grand opening awal April lalu.
![]() |
| ZAP WTC |
Ini menjadi kabar baik bagi mereka yang bekerja di area WTC. Perkara perawatan menjadi jauh lebih dekat dan mudah. Bisa dibayangkan saat orang lain pulang kerja dan bertempur dengan kemacetan, mereka justru relaksasi dengan perawatan.
So, am I jealous? Yes, of course.
Lokasinya memang eksklusif tapi tenang saudara-saudara, siapapun bisa treatment di sana kok. Nyatanya saya dan Efa bisa. Kami rasa titik lokasinya tak begitu jauh dari tempat kami biasa beraktivitas (Sudirman dan sekitarnya).
So, akhirnya kaki saya berhasil tiba di depan gedung WTC. Tidak sulit menemukan tempat ini. Setelah menyebut kata ZAP, sekuriti langsung mengarahkan saya untuk turun melalui eskalator.
“ZAP ada di belakang eskalator,” ujarnya.
Saya mengikuti arahan sekuriti dan benar, ZAP ada di belakang eskalator, persis.
![]() |
| ZAP di belakang eskalator |
Resepsionis menyambut saya dengan baik dan ramah. Rupanya Efa sudah lebih dulu tiba. Memang jadwal facial Efa lebih dulu dan saya baru satu jam setelahnya.
Rencananya hari itu kami akan mencoba Facial Vacuum Hydro yang membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 60 menitan.
Sembari menunggu saya banyak bertanya soal paket-paket yang ada di ZAP ke resepsionis. Maklum itu pertama kalinya saya ke sana jadi minim informasi. Untungnya Mbak resepsionis menjawab semua pertanyaan dengan sabar.
Di lobi mereka menyediakan air minum gratis, ada kopi, dan juga teh tapi saya memilih air mineral. Ada juga permen dan beberapa brosur yang bisa dibaca-baca.
Suasana nyaman dan kopi, menunggu di ZAP rupanya bisa menjadi relaksasi tersendiri. Saya menghabiskan waktu dengan blog walking.
Satu jam kemudian, Efa keluar dengan wajahnya yang segar. Itu juga artinya giliran saya untuk masuk. Hm, saya tidak ada gambaran akan diapakan, namanya juga first time, hehe.
First Time Nyobain Facial Vacuum Hydro di ZAP : Feel Like a Queen!
Mungkin begini rasanya menjadi ratu di jaman kerajaan dulu. Itulah isi pikiran saya ketika terapis memulai menyentuh wajah saya.
Sebelumnya ia terlebih dahulu meminta saya mengganti pakaian dengan yang sudah mereka siapkan. Awalnya saya khawatir dan nggak nyaman tapi ternyata, di tempat itu hanya berisi perempuan dan juga, ruangannya lumayan tertutup jadi aman-aman saja.
![]() |
| ruangan facial di ZAP WTC |
Terapis saya bernama Mbak Fuzha. Ia ramah dan telaten. Saya memintanya memberi penjelasan setiap kali melakukan tindakan dan ia tak keberatan.
Ia mulai mengajak saya bercerita dan menanyakan beberapa hal seperti; apakah sebelumnya saya pernah facial, apakah saya menggunakan skincare dan semacamnya. Setelahnya, Ia memastikan posisi saya sudah nyaman dan siap dilakukan tindakan.
Semua diawali dengan cleansing. Kala itu saya memakai bedak tipis dan lipstik dengan warna cukup menor. Mbak Fuzha meminta izin untuk membersihkan semuanya.
Jadi secara general, tahap-tahap yang dilakukan diantaranya :
Foam Wash dan Scrubber
Foam wash untuk membersihkan kulit sementara scrubber untuk membersihkan kulit lebih dalam. Setelah dilakukan keduanya, wajah saya dipijat agar lebih relaks.
Hydro Dermabrasi
Tahap selanjutnya namanya Hydro Dermabrasi. Tahap ini dilakukan untuk mengangkat sebum (minyak kulit) dalam pori, mengangkat sel kulit mati serta melembabkan kulit. Meski terasa sedikit celekit-celekit tapi saya masih bisa menikmati prosesnya.
Steamer
Di tahap ini dilakukan steam dengan uap hangat yang berfungsi untuk membuka pori-pori. Muka seketika jadi lebih hangat. Mbak Fuzha memastikan tingkat panasnya sudah sesuai dan nyaman di kulit saya.
Vacuum
Setelah pori-pori terbuka, tahap selanjutnya adalah vacuum. Tahap ini berfungsi untuk mengangkat sebum dan sel kulit mati.
High Frequency
Tiba-tiba muka saya ditutup dengan semacam kain tipis. Fungsi tahap ini sendiri adalah untuk mengurangi kemerahan, melancarkan peredaran darah serta mencegah iritasi pada wajah.
Jet Spray
Ini adalah oxyspray bertekanan tinggi untuk memaksimalkan penyerapan serum. Ini menjadi salah satu tahap paling favorit karena wajah jadi terasa dingin dan segar. Fungsi dari jet spray sendiri adalah untuk melembabkan dan menyegarkan.
Serum
Setelah kulit terasa lebih segar, Mbak Fuzha mengaplikasikan serum ke seluruh wajah untuk menstimulasi kolagen.
Peel-of Mask
Mbak Fuzha terlebih dulu meminta izin untuk mengaplikasikan masker ke seluruh wajah termasuk mata dan mulut. Saya pun mengiyakan. Pengaplikasian masker ini dilakukan selama kurang lebih 15 menit.
Di sela-sela waktu menunggu itu ia melakukan pemijatan di area bahu. Duh kurang ratu apa coba? Nyaman sekali rasanya.
Semua kenyamanan ini membuat saya ingin segera bekerja lebih keras dan menghasilkan banyak uang. Rasanya seperti ingin bisa menikmatinya setiap minggu atau minim-minim ya… sebulan sekali.
Setelah 15 menit, masker pun jadi lebih padat dan mudah dilepas. Selesai sudah tahap-tahap Facial Vacuum Hydro yang saya lakukan. Keseluruhan aktivitas kurang lebih memerlukan waktu selama 60 menit.
Karena saya begitu menikmatinya, tak terasa waktu 60 menit berlalu begitu saja. Tahu-tahu saya sudah bangun dengan wajah yang lebih kenyal, cerah dan sehat.
![]() |
| benar-benar kerasa banget bedanya :D |
Duh, andaikan saya tahu ternyata perawatan senyaman dan semudah ini, mungkin lebih banyak usia wajah saya yang bisa diselamatkan.
Sudah, sudah, yang penting sudah kenal ZAP kan sekarang?!
Mbak Fuzha izin keluar ruangan agar saya bisa menata diri seperti sedia kala. Sore itu saya keluar dari pintu ZAP WTC dengan lebih percaya diri.
Untuk pertama kalinya dalam hidup, saya merasa angka 40 tidak lagi menakutkan. Rasanya seperti saya siap menghadapi semua angka, berapapun itu!













Comments
Post a Comment